Duta Converse Indonesia


Teenage Death Star, Rock N Roll Mafia [RNRM], dan Polyester Embassy akan diikutsertakan dalam kompilasi band se-Asia Pasifik versi Converse.

Di musim gugur 2009 ini, Converse Asia Pasifik meluncurkan kampanye bertema musik dan lirik. Mereka mencari band-band indie di 11 negara yang cocok untuk mewakili karakter Converse. Seorang Music Director di Cina ditunjuk untuk menyeleksi ribuan CD album yang masuk dari seluruh Asia Pasifik. Dari Indonesia, ada kira-kira 200 album yang masuk ke pihak Converse Indonesia, yang kemudian dikirimkan ke Cina untuk dipelajari. Mereka mengirimkan album, profil, serta lirik lagu-lagu mereka.

“Tadinya, Indonesia cuma dapet jatah satu band. Sayang sekali kan, soalnya banyak band yang bagus di Indonesia. Akhirnya, Indonesia bisa mengirimkan tiga band,” kata Mia Farahziska, Manager Advertising & Promotion, PT Mitra Adiperkasa TBK [perusahaan yang memegang lisensi Converse di Indonesia], dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 14 Agustus 2009 di Rolling Stone Live Venue, Jalan Ampera Raya No 16, Jakarta Selatan.

Di sesi konferensi pers itu, Converse mengumumkan secara resmi tiga nama yang jadi duta mereka untuk mewakili Indonesia. Kebetulan, tiga-tiganya ada di satu label [FFWD Records dari Bandung]. Mia sempat kaget begitu mengetahui bahwa hasil pilihan Music Director dari Cina jatuh kepada tiga band dari satu label dan satu lingkaran pertemanan. Salah seorang dari musisi yang jadi duta, Ekky Darmawan, malah ada di dua band sekaligus [dia menjadi vokalis di RNRM, dan gitaris di Polyester Embassy].

“Sejauh ini, kerjasamanya menyenangkan. Mereka juga nggak mengharuskan kami pake produk Converse dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Awalnya sih begitu, tapi setelah diyakinkan sama Mia bahwa budaya clothing lokal kuat banget di Indonesia, akhirnya kami diijinin buat cuma wajib make sepatu aja kalo manggung. Sekarang, di Bandung, anak-anak pada pake Converse. Soalnya, kami ajak kru juga buat ngambil jatah sepatu kami,” kata Elang Eka Permana, vokalis/gitaris Polyester Embassy, sambil tertawa. “Enaknya si Converse, dia ngebebasin kami, apakah sepatu itu mau dipake sama kami atau sama temen-temen kami.”

Rencananya, pihak Converse akan merilis album kompilasi yang terdiri dari 27 band indie dari 11 negara. Converse memilih kampanya musik dan lirik ini bukan tanpa alasan kuat. Sejak tahun `70-an, imej sepatu itu sudah dekat dengan musik. Musisi seperti The Ramones hingga Kurt Cobain selalu terlihat memakai sepatu Converse.

“Kampanye musik dan lirik, merayakan salah satu penemuan inovatif masa kini dari pergerakan musik independen dari Korea hingga Australia. Converse member penghargaaan kepada mereka yang orisinal, seniman, musisi dan para penggemar masa kini, menghidupkan gairah akan merek ini dan kecintaan mereka pada musik. Kami terinspirasi oleh suara yang atang dari skena musik underground. Kampanye ini bentuk penghargaan kami kepada para penggemar juga senimannya,” kata Geoff Cotrill, Chief Marketing Officer of Converse, seperti dikutip siaran persnya.

Selain sesi tanya jawab, di konferensi pers itu, tiga duta Converse tampil membawakan dua lagu, kecuali Teenage Death Star yang memainkan tiga lagu ketika tampil sebagai penutup. “Kalau Anda mau melihat evil, tontonlah Teenage Death Star,” kata Mia sambil tertawa.

Advertisements

About insang

Learn Anything From Anyone
This entry was posted in Music Stuff and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s