Tika and The Dissidents


Dalam periode sesudah melepas album pertama Frozen Love Songs di tahun 2005, Kartika Jahja alias Tika sempat berpikir untuk mengakhiri kiprahnya dalam bermusik karena frustrasi. Untungnya Tika mengurungkan niat itu dan terus berkarya, karena The Headless Songstress adalah sebuah album yang setimpal dengan penantian lama dan jerih payah apa pun yang dilalui demi merealisasikannya.

Diiringi band piawai bernama The Dissidents dan dibantu tim produser Iman Fattah dan Nikita Dompas, Tika melilitkan suaranya yang sensual pada 12 lagu yang melintas berbagai genre, termasuk jazz, swing dan bahkan musik mariachi pada “Polpot”. Dibanding Frozen Love Songs yang lebih mengumbar keresahan usia awal 20-an, pada The Headless Songstress Tika le-bih banyak mengamati feno-mena di sekitarnya melalui lirik yang tajam, kreatif dan humoris, se-perti pada “Clausmophobia” yang membahas pengucilan kaum gay di masyarakat. Lalu “Ol’ Dirty Bastard”, sebuah duet yang memukau antara Tika dan Anda, adalah kisah perselingkuh-an antara wanita muda dengan pria tua yang digambarkan secara jujur dan apa adanya. Singkat kata, tetap hadirnya Tika di dunia musik Indonesia adalah hal yang menguntungkan bagi dunia musik itu sendiri.

Advertisements

About insang

Learn Anything From Anyone
This entry was posted in Music Stuff and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s