Pendidikan anak dimulai dari ketika memilih pasangan hidup… Ahh masak iya sih???


Seperti disebutkan dalam sebuah Hadits dari Abu Hurairah semoga Allah meridhoinya, Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Tidaklah Setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah…

yang me-yahudi-kannya, me-nashrani-kannya, atau me-majusi-kannya [HR Bukhari]

Hal ini ditekankan lagi dalam sebuah hadits:

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ الْبَتَّةَ . فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَعْضِ الْقَوْمِ : وَثِنْتَيْنِ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : وَثِنْتَيْنِ ] . وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّ إِنْسَانًا

“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, ia mengayomi mereka, mencukupi mereka, dan menyayangi mereka maka tentu telah wajib baginya surga”. Maka ada salah seorang dari kaum berkata, “Kalau dua anak perempuan Ya Rasulullah?”. Nabi berkata, “Dua anak perempuan juga” [HR Bukhari]

Abu Dawud meriwayatkan dalam hadits yang lain: “Kemudian ia mendidiknya, berbuat baik padanya, serta menikahkannya, maka ia masuk surga (Tambahan ini dikatakan oleh Syaikh Al Albani: Shohih Lighoirihi).

Dari kedua hadits tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan anak dimulai dari ketika memilih pasangan hidup. Karena pasangan hidup kita itu adalah yang akan kerja sama dengan kita dalam mendidik anak-anak.

Tambahan dari Makalah: Nabi -shallallahu’alayhi wasallam- mewasiatkan kepada para pemuda untuk memilih wanita berdasarkan kebaikan agamanya? hal ini tidak mengherankan karena di antara salah satu hikmahnya adalah karena wanita memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan awal buah hatinya. wanita yang baik dan sholihah ibarat tanah yang baik yang menjadi sebab tumbuhnya tanaman yang baik dengan perawatan yang baik pula.

Setelah mendapat pasangan hidup, kita berdoa ketika bercampur. Dari Ibnu Abbas -radhoyallahu’anh- ia berkata, telah bersabda Rasulullah -shallallahu’alayhi wa sallam:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانَ أَبَدًا

“Kalau sekiranya salah seorang dari kalian berdoa ketika akan menggauli istrinya dengan doa: Allahumma janibnasy syaithon wa janibnasy syaithona ma rozatana (Ya Allah jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami) sesungguhnya bila ditakdirkan diberi anak dengan pergaulan itu maka setan tidak akan memberi mudarat pada anaknya selamanya.” [Hadits disepakati oleh Bukhari dan Muslim]

Kita pun memohon kepada Allah keturunan yang sholih:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Furqon: 74]

Maksudnya adalah menjadi yang terdepan dalam keimanan dan ketakwaan. Doa orang tua itu makbul apabila ikhlas lillahi Ta’ala.

Peran ummahat dalam Pendidikan dan Pembentukan Kepribadian Anak

Dari Ibnu Umar semoga Allah meridhoinya, dari Nabi -shallallahu ‘alayhi wa sallam- beliau bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

“Tiap-tiap kalian adalah pemimpin (gembala), dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya (gembalaannya). Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Dan seorang wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang mereka [HR Bukhori dan Muslim]
Dalam syarah hadits tersebut, wanita sebagai pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya termasuk juga pemimpin bagi pembantunya. Dan kita akan diminta pertanggungjawabannya tentang pembantu kita. Karenanya perlu kita memperhatikan pembantu kita, karena pembantu juga berinteraksi dengan anak2. Anak2 sedikit banyak juga mengambil apa yang ia lihat dari pembantu tersebut.
Ibu mempunyai peran penting dalam pendidikan dan pembentukan pribadi anak, Karena ibu adalah madrasah pertama dari anak yang dikandung, sejak dalam kandungan sifat ibu menular kepada anaknya. Apabila Ibu suka baca qur’an, semoga anaknya juga suka baca qur’an. Apabila ibu suka bersujud, semoga diberkahi Allah dalam melahirkan, dan mudah2an anaknya sudah besar juga suka bersujud kepada Rabbul “Alamin.

Ibu disebut juga madrasah pertama, karena kata pertama yang keluar dari seorang bayi itu diterjemahkan oleh sang ibu, contohnya: -mamama, oh iya ini mama… mimimi, umi… -bababa, oh iya itu aba… bibibi, abi… -dst
Kata pertama dikenalkan oleh ibu sehingga anak mengetahui apa yang diucapkan itu memiliki arti. Akhlak, aqidah anak itu cenderung ke ibu. Karenanya para pemuda yang menikahi wanita nashrani memperhatikan, bahwa boleh menikahi mereka tapi perlu dipikirkan bagaiman ke depannya pendidikan anak. Ayah pergi ke masjid, ibunya menyetel lagu2 “rohani”. Anaknya otomatis tidak ikut ke masjid, karena anak2 seringnya ikut ibunya. Karenany hati2 apabila menikah beda agama. Iya kalau laki2nya kuat dalam agama, bagaimana kalau tidak? Jangan berspekulasi dalam hal ini.
Perhatikan bahwa anak meniru apa yang baik dari ibunya pertama kali dan menyaring segala sesuatu yang ada di luar rumahnya lewat ibunya. Contohnya apabila melihat sesuatu yang tidak baik, lalu akan bertanya kepada ibunya tentang hal tsb. Maka ibu pun akan menjelaskan tentang keburukan tsb dan menyarankan agar menghindarinya. Begitu pula kejelekan pun ditiru dari orang tuanya.
(Bersambung)

Sumber : Sunni Home Schooling

Advertisements

About insang

Learn Anything From Anyone
This entry was posted in Insang Daily and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pendidikan anak dimulai dari ketika memilih pasangan hidup… Ahh masak iya sih???

  1. anis says:

    Betul sekali, kadang pepatah jawa ketika memilih jodoh menggunakan bibit, bebet, dan bobot ada benarnya. Tapi bagi kita, muslim yang utama adalah agamanya.
    keep blogging

    • insang says:

      bibit bebet bobot dari dulu merupakan peraturan tak tertulis yang masih sangat valid, pastinya agama kudu seagama, thanks uda mampir di blog sy, happy blogging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s